Menyelami Kebahagiaan dengan Mengikhlaskan

Masalah adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Saat menghadapinya, seseorang akan melewati lima fase (ngeyel, marah, tawar-menawar, depresi, dan ikhlas). Kedewasaan diukur dari kemampuan mengelola kelima fase tersebut hingga mencapai titik penerimaan penuh tanpa terjebak di satu fase saja.

7 min read

Pada dasarnya masalah akan terus ada selama kita juga masih ada. Hal pertama yang kita lakukan ketika bertemu dengan masalah adalah bagaimana cara menyelesaikan masalh itu. Yang sesungguhnya adalah caramu menyelesaikan masalah adalah caramu mencari masalah. Agak menjlimet memang, namun itulah kenyatannya.

Mengutip dari bapaknya Nathan, dalam hidup kita pasti ada benturan, pada saat kita bertemu dengan benturan itu, kita pasti akan mengalami 5 fase.

  1. Ngeyel, kita tidak percaya dengan keadaan yang ada, bahwa itu sudah terjadi. Itu membuat kita menjadi berubah.

  2. Marah, lalu kita marah. Marah dengan keadaan, dengan sekitar, bahkan apa saja yang kita lihat dan kita pikirkan akan kita salahkan. Bahkan semuanya dijadikan kambing hitam.

  3. Tawar Menawar, di fase ini kita akan melakukan apapun agar semuanya kembali kepada semula, bahkan ada beberapa orang yang sampai merusak dirinya sendiri.

  4. Depresi, semua rasanya kosong, sepi. Seakan hidup ini tidak berarti. Disini kita benar-benar kehilangan tujuan hidup.

  5. Ikhlas, disini kita menerima kenyataan, kita terima hidup ini belum berhenti, waktu terus berjalan. Sehingga kita menemukan kembali kebahagiaan.

Kedewasaan itu dalah bagaimana kemampuan kita mengatur semua fasa ini, hingga berada di titik ikhlas. Inilah kehidupan, jangan terjebak di satu fase.

Join the newsletter

Be the first to read my thoughts and stories.

Create a free website with Framer, the website builder loved by startups, designers and agencies.